Untuk mengantisipasi dampak geopolitik global, Kementerian Pariwisata menyiapkan lima strategi mitigasi utama.
Strategi pertama adalah diversifikasi pasar wisatawan mancanegara dengan memperkuat promosi di pasar jarak pendek dan menengah yang memiliki konektivitas penerbangan lebih stabil, seperti Asia Tenggara, Asia Timur, Australia, dan India.
Dalam waktu dekat, wisatawan internasional akan melihat lebih banyak kampanye promosi yang menampilkan Indonesia sebagai destinasi alternatif yang aman, menarik, dan stabil untuk dikunjungi.
Strategi kedua adalah mengoptimalkan penerbangan langsung, termasuk rute Amsterdam–Jakarta dan Amsterdam–Denpasar yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kunjungan wisatawan dari pasar Eropa, terutama menjelang musim liburan musim semi dan musim panas.
Strategi ketiga adalah penguatan promosi digital berbasis data guna menjangkau calon wisatawan secara lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan efektivitas kampanye pariwisata Indonesia.
Strategi keempat yaitu mendorong pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dengan mengajak masyarakat Indonesia lebih banyak berwisata di dalam negeri, terutama menjelang momentum libur Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat.
Strategi kelima adalah mendorong penyelenggaraan event pariwisata di wilayah perbatasan guna menjaga aktivitas ekonomi pariwisata di berbagai daerah.
“Karena itu peluang ini perlu dimanfaatkan secara optimal antara lain dengan menawarkan paket wisata golf, wisata belanja, wellness, dan berbagai pengalaman wisata lainnya,” ujar Widiyanti.
Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian















