Demi Efisiensi Anggaran, DPR Tak Lagi Sediakan Snack Rapat dan Batasi Penggunaan Lift

Demi Efisiensi Anggaran, DPR Tak Lagi Sediakan Snack Rapat dan Batasi Penggunaan Lift

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Ada suasana yang berbeda dalam rapat-rapat internal di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI. Jika sebelumnya meja rapat kerap dihiasi kotak snack dan makan siang, kini pemandangan itu mulai menghilang.

Kebijakan efisiensi anggaran membuat DPR memangkas berbagai fasilitas rapat, mulai dari konsumsi hingga penggunaan listrik dan lift gedung.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan penghematan anggaran menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang turut memengaruhi situasi ekonomi dunia.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar menjelaskan bahwa sebelumnya snack dan makan siang biasanya disediakan dalam rapat internal, khususnya yang dipimpin pejabat eselon I. Namun kini kebiasaan tersebut dihentikan sebagai bagian dari efisiensi anggaran negara.

“Ya selama ini kan kalau rapat-rapat itu disediakan snack. Nanti kalau rapatnya panjang sampai jam 13.00, disiapin lagi nasi boks atau makan siang,” kata Indra seperti dikutip dari detik.com.

Menurutnya, kebijakan ini bukan hal baru karena pernah diterapkan pada masa pandemi COVID-19, dan kini kembali diberlakukan dengan konsep efisiensi anggaran untuk satu tahun ke depan.

Efisiensi Listrik dan Lampu Gedung DPR

Tidak hanya konsumsi rapat, DPR juga melakukan penghematan energi listrik di lingkungan gedung parlemen.

Penggunaan lampu dan pendingin ruangan akan dibatasi hanya sampai pukul 18.00 WIB, kecuali ada kegiatan rapat yang masih berlangsung.

Selama ini, lampu di beberapa lobi gedung DPR tetap menyala pada malam hari untuk persiapan kegiatan. Namun ke depan, lampu hanya akan dinyalakan di area yang digunakan saja.

“Kalau ada ruang rapat, nanti yang kita nyalakan hanya di sekitar ruang rapat itu, tapi gedung-gedung lainnya tetap kita matikan,” ujar Indra.