Demi Efisiensi Anggaran, DPR Tak Lagi Sediakan Snack Rapat dan Batasi Penggunaan Lift

Demi Efisiensi Anggaran, DPR Tak Lagi Sediakan Snack Rapat dan Batasi Penggunaan Lift

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi konsumsi listrik dan biaya operasional gedung DPR yang selama ini cukup besar.

Lift DPR Dibatasi Hanya 70 Persen

Selain konsumsi dan listrik, penggunaan lift di kompleks DPR juga akan dibatasi. Dari total lift yang biasanya siaga penuh, ke depan hanya sekitar 70 persen lift yang akan dioperasikan setiap hari.

“Lift itu selama ini standby ada 10 lift. Nanti tiap hari kita nyalakan maksimum cuma 70 persen lift yang bekerja,” jelasnya.

Pembatasan ini dilakukan untuk menghemat energi sekaligus biaya operasional gedung.

Efisiensi Berlaku Hingga Satu Tahun Anggaran

Kebijakan efisiensi ini tidak bersifat sementara, melainkan akan diterapkan hingga satu tahun anggaran ke depan. DPR menilai efisiensi anggaran harus menjadi kebiasaan baru, bukan hanya dilakukan saat krisis saja.

Indra menegaskan bahwa efisiensi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi dan pengelolaan anggaran negara yang lebih bijak.

“Sampai dengan satu tahun anggaran ke depan sikap kita harus sudah dengan sikap efisiensi ke depan,” katanya.

Perubahan Budaya Kerja di Lingkungan DPR

Kebijakan ini secara tidak langsung juga mengubah budaya kerja di lingkungan DPR. Rapat tanpa snack, lampu yang lebih cepat dimatikan, hingga lift yang dibatasi menjadi bagian dari upaya penghematan yang kini mulai diterapkan.

Langkah ini menjadi simbol perubahan pola penggunaan anggaran di lingkungan lembaga negara, dari yang sebelumnya cenderung konsumtif menjadi lebih efisien dan hemat energi.