Harga Avtur Meroket, Industri Penerbangan Tertekan dan Tiket Berpotensi Mahal

Harga Avtur Meroket, Industri Penerbangan Tertekan dan Tiket Berpotensi Mahal

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

INACA sebelumnya telah mengusulkan kenaikan fuel surcharge dan tarif batas atas sebesar 15 persen. Namun dengan lonjakan harga avtur terbaru, usulan tersebut dinilai perlu ditinjau kembali karena biaya operasional maskapai meningkat cukup tajam.

Denon menjelaskan bahwa biaya bahan bakar merupakan komponen terbesar dalam struktur biaya operasional maskapai, dengan porsi mencapai sekitar 40 persen dari total biaya operasional.

“Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar avtur dan tarif batas atas penerbangan domestik,” kata Denon.

Ia menambahkan bahwa penyesuaian tarif perlu segera dilakukan agar maskapai tetap dapat beroperasi secara berkelanjutan, menjaga keselamatan penerbangan, serta mempertahankan konektivitas transportasi udara nasional.

Garuda Indonesia Lakukan Efisiensi

Sementara itu, PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan akan melakukan berbagai langkah efisiensi untuk menghadapi tekanan biaya akibat kenaikan harga avtur.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, mengatakan perusahaan akan fokus pada pengendalian biaya operasional dan optimalisasi penggunaan bahan bakar.

“Langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan bahan bakar serta efisiensi biaya operasional sebagai upaya menjaga keseimbangan terhadap potensi tekanan kinerja akibat kenaikan harga avtur,” ujarnya.

Selain itu, manajemen Garuda juga berupaya menjaga struktur biaya dan likuiditas perusahaan, serta terus mengevaluasi berbagai opsi mitigasi untuk menjaga kinerja perusahaan tetap stabil. Garuda Indonesia memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal meskipun terjadi tekanan biaya.

Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional guna menjaga ketahanan industri penerbangan di tengah tekanan global.

“Kami memandang bahwa penguatan ekosistem industri melalui kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga resiliensi industri penerbangan di tengah tekanan global saat ini,” kata Thomas.

Dampak ke Masyarakat