OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, GERAK Syariah 2026 Catat Capaian Signifikan

OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, GERAK Syariah 2026 Catat Capaian Signifikan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Ia menyebutkan bahwa tingkat perilaku ekonomi syariah di Indonesia masih sekitar 7,6 persen, masih jauh dibandingkan Malaysia yang telah mencapai sekitar 67 persen. Namun demikian, ia mengapresiasi adanya peningkatan tren dari tahun ke tahun.

“Peningkatannya memang belum terlalu tinggi, tetapi sudah menunjukkan tren naik. Saya melihat kurvanya meningkat dibandingkan tahun lalu, dan ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keuangan syariah tidak dapat dipisahkan dari sektor ekonomi riil seperti UMKM, industri halal, dan usaha produktif lainnya.

“Keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dengan aktivitas ekonomi riil, baik itu UMKM, industri halal, maupun usaha produktif lainnya,” kata Ferry.

Melalui penyelenggaraan GERAK Syariah 2026 dan peluncuran Buku ESA tersebut, OJK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi dan terinklusi dalam keuangan syariah melalui penguatan sinergi dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan.