Dari sisi kinerja keuangan syariah, penghimpunan dana mencapai Rp6,83 triliun dan penyaluran dana mencapai Rp6,86 triliun, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah penerima manfaat kegiatan sosial mencapai 266.421 orang dengan dana sosial tersalurkan sebesar Rp86,2 miliar.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 158.203 penerima manfaat dengan dana sosial sebesar Rp30,75 miliar.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan bahwa sinergi dan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah secara lebih luas dan merata.
“Dengan bergerak bersama, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat, menjangkau masyarakat yang lebih luas, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dicky.
Menurutnya, capaian GERAK Syariah 2026 menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat dan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi syariah nasional.
Peluncuran Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama
Dalam acara penutupan tersebut, OJK bersama Kementerian Agama Republik Indonesia juga meluncurkan Buku Saku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026.
Buku ini menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam mempelajari pengelolaan keuangan, termasuk keuangan syariah, dengan pendekatan nilai-nilai agama yang relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa perilaku ekonomi syariah masyarakat Indonesia masih perlu terus ditingkatkan meskipun jumlah penduduk muslim sangat besar.















