Terkini, Malaysia - Anwar Ibrahim mengungkapkan keberhasilan diplomasi pemerintah Malaysia dengan Iran yang memungkinkan kapal tanker Malaysia melintas di Selat Hormuz.
Ia menceritakan langsung komunikasi dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, saat menghadiri pertemuan dengan masyarakat Malaysia di Johor Bahru pada Minggu (5/4/2026).
Diplomasi Langsung dengan Presiden Iran
Dalam keterangannya, Anwar menjelaskan bahwa hubungan baik Malaysia dengan Iran menjadi faktor penting dalam penyelesaian masalah kapal tanker yang sempat tertahan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia untuk distribusi minyak.
Menurut Anwar, ia langsung menghubungi Presiden Iran untuk meminta bantuan terkait kapal tanker Malaysia yang tertahan. Permintaan tersebut, kata dia, langsung mendapat respons positif dari pemerintah Iran.
“Saya telepon sekali saja. Saya bilang kapal kami masih ada tujuh tertahan. Dia bilang ‘ya, oke’. Saya minta kalau bisa Presiden tolong bantu. Saat itu juga dia bilang, ‘oke Anwar, take it from me, saya akan perintahkan segera kapal-kapal Malaysia untuk dilepaskan’,” kata Anwar Ibrahim.
Ia menegaskan bahwa hubungan diplomatik yang baik dengan berbagai negara, termasuk Iran, merupakan strategi penting bagi Malaysia sebagai negara perdagangan yang bergantung pada jalur pelayaran internasional.
Kritik Oposisi dan Dampak Ekonomi
Meski kapal tanker Malaysia berhasil melintas, Anwar mengakui bahwa biaya pengiriman minyak tetap meningkat akibat situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Biaya asuransi kapal dan pengiriman mengalami kenaikan, yang turut berdampak pada harga bahan bakar minyak.















