Ia juga mengkritisi belum optimalnya implementasi sistem integrasi data antar-otoritas yang sebelumnya telah dirancang.
Padahal, integrasi data dinilai menjadi instrumen penting dalam mendeteksi potensi permasalahan perbankan sejak dini.
“Jangan sampai LPS hanya menjadi ‘jurubayar’ dalam penyelesaian masalah. Harus ada sistem yang bisa mendeteksi sejak awal, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan,” tambahnya.
Dalam pandangannya, ukuran keberhasilan kinerja LPS perlu diarahkan pada indikator yang lebih substantif, yakni kemampuan mendorong pertumbuhan dan menjaga kesehatan industri keuangan secara keseluruhan, bukan sekadar jumlah kasus yang berhasil diselesaikan.
“Kalau banyak lembaga yang tutup, itu bukan indikator keberhasilan. Yang kita harapkan adalah lembaga keuangan tumbuh, berkembang, dan sehat,” jelas Musthofa.
Ia berharap LPS ke depan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan serta memastikan seluruh program strategis yang telah dirancang dapat direalisasikan secara optimal. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan nasional dapat terus terjaga dan meningkat.














