Syaefullah Hamid yang juga Sekretaris Jenderal DPP Kerukunan Masyarakat Bulukumba ini menilai penggunaan istilah keagamaan dalam pidato tersebut harus dipahami secara kontekstual.
Pidato disampaikan di lingkungan masjid, dalam suasana Ramadan, serta kepada audiens dengan latar belakang yang relatif homogen.
Karena itu, pemaknaan tidak dapat dilepaskan dari konteks ruang, waktu, serta tujuan komunikasi yang menyertai penyampaian pidato.
“Jangan sampai pidato beliau dilepaskan dari konteks upaya perdamaian yang beliau lakukan,” tegas Syaefullah.
Imbauan Jaga Rasionalitas Publik
LBH Hidayatullah mengimbau masyarakat untuk tetap rasional dan tidak mudah terprovokasi oleh potongan informasi yang tidak utuh.
Pemahaman yang komprehensif dinilai penting guna menjaga stabilitas sosial serta memperkuat persatuan nasional.















