Meski demikian, secara struktural peran sektor pertanian tetap stabil. Kontribusinya terhadap PDB nyaris tidak berubah, dari 12,66 persen menjadi 12,67 persen.
BPS menilai pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini didorong oleh meningkatnya permintaan domestik yang mendorong aktivitas produksi di berbagai sektor.
“Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang sedang menguat,” tambah Amalia.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai capaian tersebut menegaskan posisi strategis sektor pertanian dalam struktur ekonomi nasional.
“Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian hadir sebagai solusi,” ujarnya.
Menurut Amran, capaian tersebut merupakan hasil kebijakan terintegrasi yang mencakup peningkatan produksi, penguatan ekspor, serta pengendalian impor.
“Ini orkestrasi besar. Produksi naik, ekspor meningkat, impor ditekan. Fondasi pertanian semakin kuat dan mandiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan sektor pertanian juga didukung langkah konkret di lapangan, termasuk perlindungan petani dan jaminan ketersediaan pangan.
“Kita pastikan produksi meningkat, petani terlindungi, dan pangan tetap tersedia,” tambahnya.
Sepanjang 2025, PDB sektor pertanian tercatat tumbuh 5,74 persen tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Momentum tersebut berlanjut pada awal 2026, tercermin dari stabilnya kontribusi sektor ini dalam struktur ekonomi nasional.














