Sujiwo Tejo Unggah Foto Wayang Bertuliskan 'Sengkuni, The Power of Paman'

Sujiwo Tejo Unggah Foto Wayang Bertuliskan 'Sengkuni, The Power of Paman'

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Budayawan Sujiwo Tejo turut mengomentari situasi politik Tanah Air. Budayawan yang juga seorang dalang itu mengangkat cerita pewayangan dengan tokoh Sengkuni yang berhasil membuat keponakannya, Duryudana, menjadi Raja Astina, untuk menggambarkan situati politik terkini

Lewat akun Instagram @president_jancukers, Kamis 26 Oktober 2023 lalu, Tejo mengunggah foto tokoh wayang Sengkuni. Pada foto tersebut, terdapat tulisan 'Sengkuni, The Power of Paman'.

"Kalau bukan karena pamannya yang licik, culas dan licin, Sengkuni, Duryudana tak akan bisa menjadi Raja Astina," tulis Tejo dalam keterangan fotonya.

Sujiwo Tejo Unggah Foto Wayang Bertuliskan 'Sengkuni, The Power of Paman'

Tejo melanjutkan, pada cerita pewayangan tersebut seharusnya anak sulung Pandawa yakni Yudistira yang menjadi Raja Astina. Duryudana pun berhasil menjadi Raja Astina tak lepas dari peranan sang ibu, Dewi Gandari.

"Ibu Duryudana, Dewi Gendari, tentu berperan juga dalam mengarbit anaknya jadi raja. Tapi peran terbesar tetaplah ada pada pamannya, Sengkuni," lanjutnya.

Tejo menuturkan, peran Sengkuni memuluskan jalan kemenakannya Duryudana adalah dengan membakar perkemahan Pandawa dalam lakon Bale Sigolo-golo.

"Sengkunilah yang antara lain membakar perkemahan Pandawa dalam lakon Bale Sigolo-golo agar jalan bagi Duryudana naik tahta semakin mulus," katanya.

Sastrawan itu kemudian mengatakan bahawa usia Duryudana saat naik tahta Astina masih sangat belia sehingga disebut Joko Pitono.

"Masih belia sekali waktu Duryudana naik tahta, makanya disebut juga sebagai Joko Pitono," katanya.

Tejo melanjutkan, Sengkuni kemudian mati mengenaskan di tangan tokoh Bima. Begitu pula ibu Joko Pitono atau Gandari serta sang ayah, Prabu Destrarasta yang mati dalam lakon Kresna Duta lantaran ketiban reruntuhan Istana Astina.