Seorang warga penyintas bencana, Yanti, mengaku bantuan air bersih sangat membantu masyarakat.
“Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu,” ungkapnya.
Pertamina membangun 25 sumur baru, mengaktifkan kembali 43 sumur warga, serta menyalurkan 5 juta liter air bersih untuk lebih dari 17.000 jiwa di wilayah bencana.
Komitmen Pertamina untuk SDGs dan Lingkungan
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa program air bersih bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi bagian dari misi kemanusiaan.
“Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Program ini mendukung SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta berkontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi di Indonesia, Pertamina juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta menjalankan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.
Dengan berbagai program tersebut, Pertamina menunjukkan bahwa energi tidak hanya tentang bahan bakar, tetapi juga tentang kehidupan, keberlanjutan, dan harapan bagi masyarakat Indonesia hingga pelosok negeri.















