Anggota DPR RI Nurdin Halid Dorong PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Aceh agar Blackout Tak Terulang

Anggota DPR RI Nurdin Halid Dorong PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Aceh agar Blackout Tak Terulang

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, mendorong PT PLN (Persero) untuk menyusun neraca kebutuhan kelistrikan secara komprehensif di Provinsi Aceh guna mencegah terulangnya pemadaman listrik massal (blackout) yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Hal tersebut disampaikan Nurdin saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Banda Aceh, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, pemetaan kebutuhan listrik yang akurat menjadi langkah penting dalam memastikan ketersediaan pasokan energi yang memadai bagi masyarakat, sektor industri, maupun kawasan strategis yang sedang dikembangkan pemerintah.

"Makanya salah satu rekomendasi kita agar supaya PLN membuat neraca tentang kebutuhan kelistrikan, berapa kebutuhan untuk masyarakat, kebutuhan lainnya, dan berapa yang dibutuhkan untuk kawasan Sabang dan juga untuk Aceh sehingga bisa disiapkan secara baik kemudian tidak terjadi blackout yang seperti kemarin," ujar Nurdin.

Ia menjelaskan, penyusunan neraca kebutuhan listrik akan menjadi dasar dalam merancang sistem kelistrikan yang lebih andal dan berkelanjutan.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri, perencanaan tersebut juga harus memperhitungkan kebutuhan energi untuk mendukung pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Sabang yang diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Aceh.

Perencanaan Dinilai Sudah Antisipatif

Dalam pertemuan tersebut, Komisi VI DPR RI juga menerima paparan dari jajaran PT PLN (Persero) terkait langkah-langkah antisipasi untuk mencegah terulangnya gangguan kelistrikan serupa.

Nurdin menilai upaya yang dipaparkan PLN sudah menunjukkan perencanaan yang cukup baik. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan, tetapi juga pelaksanaan yang konsisten di lapangan.

"Tadi sudah ada pemaparan dari tim Pak Adi selaku Direktur Retail dan Niaga PT PLN tentang antisipasi yang menurut kita dari sisi perencanaan sudah antisipatif supaya apa yang terjadi di masa lalu tidak terjadi lagi," katanya.