Hari Kartini: Meity Rahmatia Dorong Perempuan Lebih Berdaya dan Setara

Hari Kartini: Meity Rahmatia Dorong Perempuan Lebih Berdaya dan Setara

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi atas peran perempuan dalam pembangunan nasional.

Anggota DPR RI, Meity Rahmatia, menilai perempuan Indonesia kini semakin memiliki ruang dan pengaruh, baik sebagai subjek pembangunan maupun dalam pengambilan kebijakan di berbagai sektor.

“Dibandingkan beberapa puluh tahun lalu, perempuan hari ini semakin mendapat tempat. Perannya terlihat jelas dalam eksekutif, legislatif, hingga jabatan publik lainnya, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Meity.

Meski demikian, anggota Komisi XIII ini mengakui partisipasi perempuan masih belum setara dengan laki-laki.

Keterwakilan perempuan di parlemen masih rendah, begitu pula dalam angkatan kerja yang masih berada di kisaran 50 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai lebih dari 80 persen.

Dalam konteks sebagai objek pembangunan, perempuan juga masih menghadapi ketimpangan, terutama dalam akses kesejahteraan.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan juga masih tinggi. Bahkan, tren tahun ini disebut sebagai yang tertinggi dalam sejarah, merujuk pada data Komnas Perempuan,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Menurut Meity, tantangan terbesar perempuan saat ini masih berkutat pada stigma, stereotipe, dan budaya patriarki yang kuat di sejumlah daerah. Selain itu, faktor sosial-ekonomi turut memicu tingginya kekerasan domestik terhadap perempuan.

Dalam ranah politik, ia menyoroti masih kuatnya pragmatisme, jaringan patronase, serta praktik politik uang yang menjadi hambatan bagi perempuan untuk mengakses jabatan strategis di pemerintahan dan lembaga publik.

Di sisi lain, Meity menegaskan bahwa DPR RI terus mendorong kebijakan yang berpihak pada perempuan.