Tragedi KRL Bekasi, DPR Desak Perbaikan Sistem Keamanan Jalur Kereta

Tragedi KRL Bekasi, DPR Desak Perbaikan Sistem Keamanan Jalur Kereta

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur.

Ia menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh sistem keselamatan transportasi kereta api di Indonesia.

“Atas nama pribadi maupun DPR RI, saya menyampaikan dukacita mendalam kepada para korban kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Insiden tragis yang terjadi pada Senin malam (27/4) bermula saat sebuah taksi listrik terhenti di perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal dan tertabrak KRL.

Peristiwa tersebut menyebabkan rangkaian KRL yang melaju dari Jakarta menuju Cikarang terhenti di jalur.

Dalam waktu berdekatan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang tengah berhenti.

Benturan keras membuat lokomotif merangsek hingga ke gerbong khusus wanita di bagian belakang KRL.

Peristiwa ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Keselamatan Harus Jadi Prioritas

Puan menegaskan, kecelakaan tersebut menjadi peringatan serius bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam sistem transportasi nasional, khususnya sektor perkeretaapian.