“Kita minta Pemerintah, KAI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memprioritaskan keselamatan di jalur kereta api. Sistem keamanan harus diperbaiki,” tegasnya.
Ia secara khusus menyoroti banyaknya perlintasan sebidang yang masih rawan kecelakaan.
“Perlintasan sebidang yang belum tertangani dengan baik sering menjadi titik lemah keselamatan. Ini harus disikapi secara serius,” imbuhnya.
Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
Menurut Puan, kecelakaan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik, khususnya KRL di kawasan perkotaan seperti Jabodetabek.
“Dalam sistem mobilitas perkotaan, KRL bukan sekadar moda transportasi, melainkan infrastruktur sosial yang menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pekerjaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai setiap insiden besar berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap keamanan layanan transportasi.
Dorong Evaluasi Menyeluruh
Lebih lanjut, Puan menilai kompleksitas jalur kereta di wilayah metropolitan semakin tinggi, seiring meningkatnya frekuensi perjalanan dan penggunaan lintasan secara bersamaan oleh berbagai jenis layanan.
“Keselamatan tidak cukup hanya dilihat dari kepatuhan prosedur operasional, tetapi harus diwujudkan dalam sistem pengamanan yang terstandarisasi dan mampu mengantisipasi risiko,” paparnya.














