OJK Luncurkan Buku Saku Aset Digital
Dalam kesempatan yang sama, OJK meluncurkan Buku Saku 2.0 Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto.
Buku tersebut disusun bersama industri dan ditujukan sebagai panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami karakteristik, manfaat, serta risiko aset keuangan digital dan aset kripto.
Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Adi Budiarso mengatakan buku tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kecerdasan finansial masyarakat.
“Ini bertujuan untuk meningkatkan awareness serta kecerdasan finansial. Jangan lupa, kecerdasan finansial adalah tonggak utama untuk mencapai financial well-being,” kata Adi.
Ia menegaskan Digination Day 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan ruang kerja bersama bagi regulator, industri, akademisi, dan pembuat kebijakan.
“Forum ini juga menjadi ruang untuk menguji gagasan dan memastikan diskusi menghasilkan dampak nyata,” ujarnya.
Ke depan, OJK akan memusatkan pengembangan IAKD pada tiga agenda utama, yakni deepening atau memperdalam ekosistem yang telah terbentuk, widening atau memperluas jangkauan dan pemanfaatan inovasi, serta safeguarding untuk memperkuat pelindungan konsumen dan mitigasi risiko.
Ketiga agenda tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan digital Indonesia yang semakin inklusif, aman, berdaya saing, dan berkelanjutan.














