Elbi menolak menyerahkan tanahnya. Bersama warga Sangihe lainnya, Elbi menggugat keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Mereka meminta pengadilan membatalkan persetujuan pemerintah terhadap kegiatan produksi PT Tambang Mas Sangihe.
Januari 2023, Mahkamah Agung memenangkan gugatan tersebut di tingkat kasasi. Seluruh izin yang dikeluarkan Menteri ESDM untuk perusahaan emas itu dinyatakan tidak berlaku.
Namun putusan hukum itu belum mengubah situasi Sangihe. Aktivitas penambangan di pulau seluas 1.012 kilometer persegi itu masih marak.
Elbi tengah berada di Manado, Sulawesi Utara, saat beberapa pekan lalu berbincang dengan BBC News Indonesia. Dia diundang untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digagas kelompok masyarakat sipil.
Di Manado, pikiran Elbi melayang. Elbi berkhayal, apakah dia dan keluarganya bisa meninggalkan Sangihe dan tinggal di sebuah tempat yang baru.
“Kalau pindah, kami harus cari tanah untuk bikin rumah. Lalu bagaimana anak dan cucu kami bisa sekolah? Kami harus mulai kehidupan dari awal dengan orang-orang baru di sekitar kami,“ ujar Elbi.
“Suami saya bilang, bisakah kami memulai dari nol, semuanya. Kalau di kampung enak karena sudah membangun keakraban dengan tetangga dan saudara. Jadi hidup terasa aman dan damai.
“Pindah butuh biaya banyak. Dari mana kami bisa dapat uang itu? Kalau kami jual tanah, bagaimana masa depan anak-cucu nanti?” kata Elbi.Di Sangihe, kekhawatiran Elbi juga sudah tertambat pada hal yang paling mendasar: makanan. Sebagian besar sembako yang dikonsumsi warga Sangihe ditanam dan dikirim dari luar pulau. Selebihnya, warga mencari ikan untuk konsumsi dan juga bertani unutk menghasilkan tomat, jahe, singkong, keladi, dan merica.
Aktivitas melaut dan berkebun berubah sejak penambangan emas meluas di Sangihe. Elbi tak lagi mau memakan ikan yang ditangkap di sekitar mangrove Sangihe. Alasannya, laut sudah keruh. Dia takut ikan telah tercemar sianida yang dipakai para penambang.
“Pemerintah tidak pernah memastikan apakah ikan itu masih aman dikonsumsi,” kata Elbi.














